PAC GP Ansor Besuki Kolaborasi dengan Ponpes Nurul Wafa

Rijalul Ansor PAC GP Ansor Besuki menggelar kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) pada Senin malam (18/10/2021) dengan berbeda. Ponpes Nurul Wafa menjadi pesantren pertama yang berkolaborasi dengan MDS Rijalul Ansor PAC GP Ansor Besuki. Kegiatan kolabarasi ini bertempat di halaman Ponpes Nurul Wafa yang dihadiri semua santriwan dan santriwati serta sejumlah sahabat Ansor Besuki (sapaan khas antar anggota Ansor, Red.). 

Rijalul Ansor sendiri merupakan lembaga semi otonom yang mempunyai tugas untuk menghidupkan kembali tradisi-tradisi ke-NU-an, seperti kegiatan selawat, tahlil, istigasah, dan peringatan hari-hari besar Islam yang ada mulai dari tingkatan Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang, dan Pimpinan Ranting di seluruh Indonesia. 

Hendra Fatayasin, Ketua PAC GP Ansor Besuki, memberi sambutan dalam acara Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (ansorbesuki.blogspot.com/Ali Murtadho)

Kegiatan yang dimulai selepas isya ini diawali dengan musikalisasi puisi oleh santriwati untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. Acara berlanjut dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Abdul Fatah, Lc., MSEI. Kegiatan MDS ini bersamaan dengan pembekalan santri untuk liburan di bulan maulid. Sudah jamak di pesantren bila bulan maulid para santri akan pulang ke rumah beberapa hari. Acara puncak yakni pembacaan Ratib al-Haddad dan Maulid al-Barzanji. Maulid al-Barzanji adalah kitab yang ditulis oleh Syekh Ja’far al-Barzanji yang memuat selawat dan riwayat hidup Baginda Nabi saw. secara singkat. 

Moh. Sobri, ketua MDS Rijalul Ansor Besuki, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kolaborasi antara MDS Rijalul Ansor dan Ponpes Nurul Wafa merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan Nahdlatul Ulama serta Banom-nya (Badan Otonom, Red.) sejak dini kepada semua santri. Menurutnya, NU bukan hanya sekadar amaliah, tapi juga jam’iyyah atau organisasi. Hendra Fatayasin, Ketua PAC GP Ansor Besuki, saat diwawancarai menjelaskan bahwa PAC GP Ansor Besuki akan terus mengadakan kegiatan kolaboratif dengan semua pihak, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, dan literasi. “Kami sedang menjajaki kemungkinan sejumlah kegiatan kolaborasi lainnya. Semoga ke depannya, kegiatan kolaborasi tidak berhenti hanya di sini saja,” pungkas sahabat Hendra. 


Reporter: Nito S.

Penulis: Nito S.

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

PAC GP Ansor Besuki Gelar PKD Perdana

PAC Gerakan Pemuda Ansor Besuki menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) untuk yang pertama kalinya di kota yang mendapat julukan The Second City of Situbondo pada Jumat (17/09/2021). PKD perdana yang diadakan tersebut mengusung tema “Kiat Berkhidmat, Demi Organisasi yang Kuat”. Panitia memilih Ponpes Nurul Wafa menjadi tempat PKD yang akan berlangsung selama dua hari, 17—18 September.

PKD ini sebenarnya telah direncanakan sejak jauh-jauh hari, namun ditunda beberapa kali karena penerapan PSBB dan terakhir, PPKM, kata ketua PAC GP Ansor Besuki, Hendra Fatayasin. “Meski tertunda beberapa kali dan jumlah peserta kami batasi, alhamdulillah, animo pendaftar sangat tinggi. Panitia tadi pagi melaporkan ada genap lima puluh peserta yang sudah registrasi,” tambahnya ketika diwawancarai kru Aksara.

Ketua Panitia PKD, Muh. Najiburrahman, memberi sambutan dalam acara pembukaan PKD (ansorbesuki.blogspot.com/Sofyan Wanandi)

Ajang PKD merupakan kawah candradimuka untuk menguji, mengasah, dan membentuk kader militan yang siap merawat persatuan dan kesatuan bangsa, ucap ketua panitia PKD, Muh. Najiburrahman atau akrab disapa Gus Najib. Dia juga menambahkan bahwa semua kader Ansor mempunyai tugas penting yaitu mengawal para ulama dalam mengemban amanat untuk kepentingan umat. “Namanya juga Ansor Nahdlatul Ulama. Tentu, yang dikawal adalah ulama,” kelakar pemuda yang tengah menyelesaikan studinya di UINSA ini. 

Seluruh peserta PKD, tak terkecuali, diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan meski kabupaten Situbondo telah turun ke PPKM Level 1 sejak 15 September 2021 kemarin. Saifur Rofik, peserta PKD asal Blimbing, mengaku dirinya sempat waswas karena COVID-19 masih ada. Namun, melihat atensi serius panitia akan prokes membuat dirinya mantap menimba ilmu di ajang PKD ini. “Saya sudah sejak lama ingin ikut PKD bahkan sejak sebelum pandemi. Alhamdulillah GP Ansor Besuki mengadakan di sini, sehingga saya tak perlu jauh ke wilayah lain untuk mengikutinya,” kata pria yang juga berprofesi sebagai guru tersebut.


Reporter: Muh. Sobri

Penulis: Muh. Sobri

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

PAC GP Ansor Besuki Ziarahi Makam Muassis NU Besuki

Ahad (12/09/2021), sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Besuki mengadakan kegiatan ziarah makam para muassis Nahdlatul Ulama yang ada di seputar Widoropayung dan Besuki. Ziarah makam ini menjadi kegiatan pembuka yang mengawali serangkaian kegiatan dalam pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar atau PKD yang bakal dilaksanakan pada tengah bulan ini. PKD yang akan diadakan oleh PAC GP Ansor Besuki tersebut akan menjadi PKD yang pertama bagi GP Ansor di kota yang berjuluk The Second City of Situbondo.

Ziarah dimulai dengan menyekar ke para pejuang yang membawa NU ke wilayah Widoropayung dan sekitarnya, yakni dimulai dari makam kiai Syamsuddin dan kiai Aminuddin atau juga dikenal dengan sebutan Bujuk Paras. Makam kiai Syamsul Arifin dan juga makam Guru Jena tak luput dikunjungi oleh para pemuda yang punya seragam khas jas hijau ini. 

Untuk wilayah Besuki sendiri, ziarah makam dimulai dari desa Blimbing mengunjungi makam K.H. Imam Bukhori, pendiri ponpes Bustanul Faizin. Makam K.H. Abd. Razaq dan K.H. Masyhuri juga turut menjadi destinasi di kegiatan tersebut, dan disusul pula dengan kunjungan ke makam K.H. Mudzakkir Alwi. Ketiga makam itu adalah tempat yang sering menjadi tujuan ziarah utamanya oleh santri dan alumni ponpes Miftahul Ulum dan ponpes Burhanul Abrar, dua pesantren di bagian barat kota Besuki.

Para pemuda Ansor Besuki yang menziarahi makam K.H. Ahmad Sibawayhie Syadzli, pendiri Ponpes Nurul Wafa, Demung, Besuki (ansorbesuki.blogspot.com/Abdul Latif)

Asta Ki Pate Alos atau dikenal juga dengan nama Raden Bagus Kasim Wirodipuro menjadi tujuan selanjutnya. Ki Pate Alos, menurut beberapa literatur, merupakan tokoh utama Babad Besuki. Makam K.H. Ali Makki, pengasuh ponpes Al Ishlah, dan makam K.H. Ahmad Sibawayhie Syadzli, pendiri ponpes Nurul Wafa, menjadi dua makam terakhir yang menjadi penutup kegiatan ziarah makam muassis NU di Besuki. 

Gazali Ahmadi, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PAC GP Ansor Besuki, saat diwawancarai di rumahnya mengatakan bahwa Ansor sebagai organisasi harus dengan ajek melakukan kaderisasi. Hal tersebut, tambahnya, bukan hanya demi regenerasi kepemimpinan, namun juga demi menggerakkan organisasi agar lebih efektif dalam memberi manfaat dan menebar maslahat.

Reporter: Muh. Sobri

Penulis: Muh. Sobri

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

Ansor Besuki Bagikan Donasi Al-Qur'an dan Iqro'

Ahad (26/06/2021), PAC GP Ansor Besuki kembali melaksanakan kegiatan berbagi Al-Qur’an dan Iqro’ kepada sejumlah santri yang belajar di musala Baitut Taqwa. Musala yang beralamat di kampung Biting desa Jetis ini diasuh oleh ustaz Sutikno. “Ini merupakan kegiatan donasi kesekian kalinya kita laksanakan sebagai bentuk kecil kepedulian sahabat-sahabat Ansor Besuki terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah Besuki dan sekitarnya, utamanya dalam pendidikan keagamaan,” ungkap sahabat Hendra Fatayasin selaku Pimpinan PAC GP Ansor Besuki.

Penyerahan donasi Al-Qur'an dan Iqro' oleh Ketua Ranting GP Ansor Desa Jetis, Cucuk Faisal (ansorbesuki.blogspot.com/Istimewa) 

Hadir langsung dalam kegiatan ini adalah Pimpinan PAC GP Ansor Besuki, sahabat Hendra Fatayasin, dan Pimpinan Ranting GP Ansor Jetis, sahabat Cucuk Faisal. Donasi Al-Qur’an dan Iqro’ ini mendapatkan apresiasi dari seluruh santri ustaz Sutikno. “Semoga menjadi penunjang untuk para santri agar lebih semangat lagi membaca dan mempelajari Al-Qur’an,” tambah sahabat Hendra.

Beragam kegiatan sosial telah dilaksanakan oleh sahabat-sahabat Ansor di kecamatan yang berjuluk The Second City of Situbondo, seperti merehab makam di desa Widoropayung dan donasi Al-Qur’an dan Iqro’ di beberapa musala. Kegiatan ini semakin menguatkan tagline, Semangat Baru, Asa Satu, Bergerak Maju, yang diusung dalam harlah Gerakan Pemuda Ansor oleh PAC GP Ansor Besuki beberapa pekan yang lalu. 


Reporter: Muh. Sobri

Penulis: Abdul Latif

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

Semangat Baru Ansor Besuki

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Besuki menggelar peringatan hari lahir GP Ansor ke-87 di pendopo alun-alun Besuki pada Sabtu sore (24/04/2021). Tercatat, GP Ansor Besuki juga turut mengundang Wakil Bupati Situbondo, Forkopimka, MWC NU Besuki, MWC NU Widoropayung, Pengurus Cabang GP Ansor Situbondo, PAC GP Ansor se-Wilayah Barat, serta sejumlah badan otonom. 

Ketua PAC GP Ansor Besuki, Hendra Fatayasin, dalam sambutannya mengatakan bahwa sahabat-sahabat Ansor (Sapaan khas antar kader GP Ansor, Red.) siap untuk terus bergerak menebar manfaat dengan semangat baru. “Ini sesuai dengan tema yang diusung kami dalam peringatan ini yakni semangat baru, asa satu, bergerak maju,” ujar pria asal desa Kalimas ini.

Sementara itu, Nyai Hj. Khoirani, Wakil Bupati Situbondo, mengajak GP Ansor untuk mendukung program pemerintah. Orang nomor dua di Situbondo ini mengatakan Ansor harus menjadi pelopor perubahan di kabupaten yang berjuluk Kota Santri. Sehingga, kehadirannya dapat dirasakan khalayak banyak. “Kader Ansor masih muda, jadi semangatnya luar biasa untuk berkontribusi membangun kabupaten Situbondo menuju yang lebih baik lagi,” kata Ibu Wakil Bupati dalam sambutan di harlah kali ini.

Wakil Bupati Situbondo, Ny. Hj. Khoirani, Camat Besuki, Suriyatno, S.H. kader-kader PAC GP Ansor Besuki, beserta IPNU dan IPPNU Besuki (ansorbesuki.blogspot.com/Sofyan Wanandi)

Acara yang dimulai sejak pukul 16.00 hingga selesai pada sekitar pukul 17.45 berjalan lancar. Saat dikonfirmasi kru Aksara, ketua panitia kegiatan ini, Fajar K. Imam, menyatakan bahwa kesuksesan acara tersebut adalah hasil kerja sama yang solid antar sesama kader Ansor serta dukungan dari beragam Banom (Badan Otonom) NU yang ada di kecamatan Besuki. “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua sahabat yang telah membantu terwujudnya acara ini. Acara ini tidak akan terlaksana dan berjalan lancar bila hanya disokong oleh segelintir kader saja,” tegas pemuda jebolan IAIN Jember tersebut. 


Reporter: Abdul Latif

Penulis: Abdul Latif

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

PAC GP Ansor Besuki Kembali Distribusikan Donasi

Di sela-sela mempersiapkan peringatan harlah GP Ansor ke-87, GP Ansor Besuki ternyata masih sempat untuk melakukan kegiatan sosial berupa pendistribusian sejumlah Al-Qur’an dan buku Iqro’ ke sebuah musala di desa Pesisir, Besuki, Jumat malam (23/04/2021). Terhitung, ini adalah kegiatan sosial keempat yang dilakukan oleh GP Ansor Besuki di bulan ini.

Penyerahan donasi oleh PAC GP Ansor Besuki dan Pimpinan Ranting GP Ansor Pesisir (ansorbesuki.blogspot.com/Istimewa)

Di kegiatan sosial keempat kali ini, GP Ansor Besuki mendistribusikan tiga puluh Al-Qur’an dan lima buku Iqro’ kepada santri-santri di musala Nurul Ikhlas. Hadir langsung dalam penyerahan donasi adalah ketua PAC GP Ansor Besuki, Hendra Fatayasin, dan ketua Ranting GP Ansor desa Pesisir, Muhammad Rofika. Donasi ini diterima oleh pengasuh musala Nurul Ikhlas, ustaz Sunitro, dan segenap santri yang belajar Al-Qur'an kepada beliau.

Donasi Al-Qur’an dan buku Iqro’ ini diapresiasi oleh ustaz Sunitro. Bagi beliau, donasi ini bisa menunjang santri-santrinya dalam mempelajari kitab yang notabene adalah mukjizat terbesar dari Nabi Muhammad saw. Lebih jauh, donasi Al-Qur’an yang diterima bisa langsung dipergunakan untuk kegiatan tadarus yang rutin dilaksanakan di musala tersebut selepas tarawih.

Saat diwawancarai, ketua PAC GP Ansor Besuki mengatakan bahwa sahabat-sahabat Ansor di Besuki akan terus bergerak untuk menebar manfaat. Menurutnya, sebagai sebuah gerakan pemuda, tentu mempunyai tujuan kemanfaatan, terlebih manfaat untuk umat. Hal ini diperkuat oleh ketua bidang sosial PAC GP Ansor Besuki, Muhammad Rofika. “Sebuah organisasi itu harus bergerak! Gerakannya mesti bermanfaat. Manfaat yang bisa dirasakan nyata oleh masyarakat,” ujarnya kepada kru Aksara.

Reporter: Muhammad Rofika

Penulis: Muhammad Rofika

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

Jadwal Sholat

Statistik Halaman

Flag Counter