PAC GP Ansor Besuki Bersua Kader-Kader Senior

Pemberian cendera mata untuk kader senior GP Ansor Besuki yang diserahkan oleh Ketua PAC GP Ansor Besuki, Hendra Fatayasin (ansorbesuki.blogspot.com/Sofyan Wanandi) 

Sabtu (12/03/2022), PAC GP Ansor Besuki menghelat sebuah kegiatan untuk mempertemukan kader-kader yang saat ini sedang berkhidmah dengan para senior yang telah lebih dulu mengabdikan dirinya di GP Ansor di Besuki. Kegiatan yang bertajuk Reuni Akbar dan Peringatan Isra Mikraj tersebut digelar di Gedung Eks-Keresidenan Besuki, sebuah gedung yang bernilai historis bagi warga Besuki.

Kegiatan yang baru pertama kali diadakan tersebut menghadirkan para senior yang berkhidmah di GP Ansor Besuki dari zaman Orba hingga masa reformasi sekarang. Bersama puluhan kader dari sepuluh Pimpinan Ranting GP Ansor di sepuluh desa di Besuki, turut pula hadir Habib Husein bin Syekh Abu Bakar, pembina GP Ansor Kab. Situbondo, dan Edy Wiyono, ketua Satkorcab Banser Situbondo. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan oleh grup hadrah Da’watus Syubban di bawah manajemen Pimpinan Ranting GP Ansor Langkap.

Habib Husein mengapresiasi kegiatan yang dinisiasi oleh PAC GP Ansor Besuki. Beliau mengatakan bahwa PAC GP Ansor Besuki bisa jadi contoh bagi PAC-PAC yang lain. “Jangan setengah-setengah berkhidmah di Ansor!” tegas beliau. “Tidak diundang (di kegiatan Ansor, Red.), tidak hadir. Diundang juga, tidak hadir di kegiatan Ansor. Hadirlah di kegiatan-kegiatan Ansor untuk akidah Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Habib yang notabene pembina GP Ansor di Kab. Situbondo ini.

Abdul Latif, ketua panitia acara tersebut, saat diwawancarai kru Aksara mengatakan bahwa acara ini bertujuan mewadahi pertemuan antarkader yang berkhidmah di GP Ansor Besuki. Selain ingin mendengarkan romantisme dan nostalgia saat masa perjuangan dulu, kader-kader yang saat ini berkhidmah juga ingin memetik pelajaran dari asam garam dalam berjuang. “Jadi, dari perjalanan para senior yang telah lebih dulu berkhidmah di Ansor Besuki, kita ingin Ansor Besuki belajar untuk bisa menjadi episentrum gerakan pemuda NU di Situbondo ini,” tandas pria jebolan UIN KHAS Jember itu. 

Kegiatan yang mendapatkan pengamanan internal dari Satkoryon Banser Besuki ini didukung pula oleh pengamanan dari personel-personel Polsek Besuki, sehingga acara berjalan khidmat dan lancar.


Reporter: Gazali A.

Penulis: Gazali A.

Editor: Ahmad Faiz

Bagikan:

Peringati Harlah NU, PAC GP Ansor Besuki Gelar Ziarah Muassis NU

Setelah melakukan ziarah makam ke asta K.H.R. As’ad Syamsul Arifin pada awal bulan Februari ini, PAC GP Ansor Besuki kembali mengadakan ziarah makam ke para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama pada Sabtu—Ahad (19—20/02/2022). Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh PAC GP Ansor Besuki dalam memperingati Harlah ke-99 Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1443 hijriah atau bertepatan dengan 17 Februari 2022.

Sebanyak 38 pemuda Ansor Besuki ambil bagian pada kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sepuluh Ranting Ansor yang ada sekecamatan Besuki dan beberapa pengurus Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Besuki. Dengan menggunakan sebuah bus, mereka bertolak ke Bangkalan pada Sabtu malam untuk menziarahi makam Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, ulama besar yang juga menjadi guru bagi Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari dan K.H.R. As’ad Syamsul Arifin.

Setelah dari Bangkalan, ziarah berlanjut ke makam Sunan Ampel di dalam kompleks Masjid Agung Ampel, Surabaya. Sunan Ampel adalah salah seorang wali di antara wali sanga yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa pada sekitar abad XIV. Setelah dari Surabaya, ziarah berlanjut ke kota Jombang untuk menziarahi makam Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari di Ponpes Tebuireng, makam K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Ponpes Tambakberas, dan makam K.H. Bisri Syansuri di Ponpes Denanyar. 

Rombongan PAC GP Ansor Besuki di depan makam pendiri dan pengasuh ponpes Darul Ulum (ansorbesuki.blogspot.com/Istimewa) 

“Ziarah memang sengaja diawali dari Bangkalan karena ingin mengenang bahwa NU berdiri setelah Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari mendapat restu dari guru beliau, yakni Syaikhona Muhammad Kholil yang astanya ada di Bangkalan,” jelas Hendra Fatayasin, ketua PAC GP Ansor Besuki dalam keterangan tertulis yang diterima Aksara.  

Reporter: Nito S.

Penulis: Nito S.

Editor: Ahmad Faiz

Bagikan:

Touring Ziarah PAC GP Ansor Besuki

Pembacaan Doa Safar yang dipimpin oleh K.H. Moh. Hafidz Sibawayhie Sy. sebelum keberangkatan perjalanan (ansorbesuki.blogspot.com/Istimewa) 

Ahad pagi (06/02/2022), PAC GP Ansor Besuki melaksanakan ziarah ke makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, yakni K.H.R. As’ad Syamsul Arifin di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo. Kegiatan ziarah kali ini dikemas dengan sedikit berbeda oleh PAC GP Ansor Besuki, yaitu dengan melakukan touring menggunakan sepeda motor dari kecamatan Besuki ke Sukorejo yang notabene berada di kecamatan ujung timur kabupaten Situbondo. 

Ponpes Nurul Wafa, menjadi tempat pemberangkatan kegiatan ziarah tersebut. Sebelum berangkat, K.H. Moh Hafidz Sibawayhie Sy, pengasuh kedua Ponpes Nurul Wafa, memimpin doa safar memohon kepada Allah Swt. agar melancarkan perjalanan ziarah para pemuda Ansor ini. Pemberangkatan ziarah itu juga mendapat pengawalan dari personel Polsek Besuki. 

Menurut ketua PAC GP Ansor Besuki, terdapat empat puluh sahabat Ansor (sapaan khas antaranggota Ansor, Red.) yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu berasal dari sepuluh Pimpinan Ranting di bawah PAC GP Ansor Besuki. 

Di asta kiai kharismatik yang lahir di kota Mekkah ini, segenap pemuda Ansor dengan khidmat membaca Surah Yasin dan Tahlil mendoakan sosok yang membawa tongkat dan tasbih dari gurunya, Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, ke Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari. Ketiga ulama inilah bersama K.H. Wahab Chasbullah, K.H. Bisri Syansuri dan ulama-ulama lain mendirikan Nahdlatul Ulama pada 96 tahun silam, tepatnya 31 Januari 1926.

Selepas ziarah, konvoi motor PAC GP Ansor Besuki berhenti di kediaman sahabat Yogie Kripsian Sah, ketua PC GP Ansor Situbondo. Di rumah asri milik pria kelahiran 1986 ini, PAC GP Ansor Besuki yang digawangi Hendra Fatayasin melakukan silaturrahim. Pada kesempatan tersebut juga sahabat Yogie memberikan cendera mata, yaitu buku yang berjudul Kapita Selekta Gagasan Berdesa yang ditulis oleh sahabat Yogie sendiri pada tahun 2019 silam.

Moh. Sobri, sekretaris PAC GP Ansor Besuki, yang diwawancarai seusai acara mengatakan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang dihelat PAC GP Ansor Besuki dalam rangka memperingati Harlah ke-96 NU. “Peringatan harlah itu sebenarnya bukan selesai di acara seremonial saja. Namun, lebih kepada menanamkan semangat kembali, seakan NU baru lahir kembali pada masa-masa awal dengan semangatnya yang menggebu untuk membentengi NKRI dari paham-paham yang bisa merusak keutuhan NKRI,” pungkasnya. 


Reporter: Faqih Sanusi

Penulis: Faqih Sanusi

Editor: Ahmad Faiz

Bagikan:

PAC GP Ansor Besuki Gelar Temu Kader

Memasuki tahun 2022, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Besuki mengadakan acara Temu Kader Alumni PKD I dan Diklatsar I, Ahad sore (16/01/2022). PKD dan Diklatsar sendiri merupakan pengkaderan tingkat dasar dalam organisasi yang didirikan oleh K.H. Abdul Wahab Chasbullah ini.

Acara yang dilaksanakan secara sederhana tersebut bertempat di lapangan Pasar Senin, desa Kalimas dengan mengundang lulusan PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) dan Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) yang keduanya pertama kali sukses dihelat oleh PAC GP Ansor Besuki beberapa bulan yang lalu. Sebagai catatan, hanya mantan peserta PKD I dan Diklatsar I yang berdomisili di kecamatan Besuki yang diundang pada acara temu kader kali ini.

Pembina PAC GP Ansor Besuki, Moh. Djufri, hadir mendampingi ketua PAC GP Ansor Besuki, Hendra Fatayasin dan kepala Satkoryon Banser Besuki, Abdul Rasyid. Moh. Djufri dalam sambutannya mendorong agar pimpinan ranting segera membentuk Satkorkel (Satuan Koordinasi Kelompok) di tiap-tiap desa sebagai tindak lanjut dari kegiatan Diklatsar sekaligus memberikan wadah bagi sahabat-sahabat (sapaan khas antaranggota Ansor dan Banser, Red.) Banser untuk berkhidmah di pimpinan ranting GP Ansor masing-masing. 

Penyerahan sertifikat Diklatsar bagi para peserta Diklatsar I di PAC GP Ansor Besuki (ansorbesuki.blogspot.com/Istimewa)

Hendra Fatayasin, ketua PAC GP Ansor Besuki, saat diwawancarai selepas acara tersebut mengatakan bahwa temu kader ini diinisiasi oleh Departemen Pendidikan dan Kaderisasi PAC GP Ansor Besuki yang dikomandoi oleh sahabat Gazali Ahmadi dan Gus Dafiq Ardiansyah. “Alhamdulillah, dengan diawali pembacaan Ratibul Haddad bersama tadi, kami siap memanaskan mesin organisasi di tahun yang baru dan siap menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama atau An-Nahdlah Ats-Tsaniyah,” tambah Hendra.


Reporter: Moh. Sobri

Penulis: Moh. Sobri

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

Pertama Kali di Situbondo, PAC GP Ansor Sambang Pesantren

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Besuki melalui lembaga semiotonomnya, Rijalul Ansor, mengadakan kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat di Ponpes Bustanul Faizin, Blimbing pada Senin malam (15/11/2021). Terhitung, ini adalah kegiatan kolaboratif kedua PAC GP Ansor Besuki dengan pesantren-pesantren di kota yang berjuluk The Second City of Situbondo ini. Kegiatan serupa sebelumnya sukses dihelat di Ponpes Nurul Wafa, Demung. 

Kegiatan tersebut mengambil tempat di musala pesantren dan dihadiri oleh segenap santriwan dan santriwati. Turut hadir, pengasuh Ponpes Bustanul Faizin, Kiai Moch. Makki, Ketua Tanfidziyah MWC NU Besuki, Kiai Abdul Jalal, Ketua PC GP Ansor Situbondo, Yogie Kripsian Sah, serta semua anggota GP Ansor dari sepuluh desa sekecamatan Besuki. Kegiatan yang dimulai dengan pembacaan Ratib al-Haddad dan Selawat Nariyah berjalan khidmat. Acara makin meriah tatkala hadirin menyanyikan Mars Ansor dan Banser dan melantunkan Lagu Yaa Lal Wathan karya muassis NU, K.H. Wahab Chasbullah. Kemeriahan ini tak lepas dari orkestrasi apik ketua Rijalul Ansor, Moh. Najiburrahman, dengan grup hadrah Al-Bustan milik pesantren. 

Kiai Abdul Jalal dalam sambutannya mengatakan bahwa Lagu Yaa Lal Wathan yang dibawakan selepas pembacaan selawat tadi sangat menggugah semangat beliau untuk tidak kalah pada generasi muda yang notabene ada GP Ansor di dalamnya. Beliau juga mengungkapkan kebanggaannya pada sikap profesionalisme dan kegigihan Ansor Besuki dalam berjuang menjaga dan mengawal ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. “Saya mengapresiasi kegiatan Ansor Besuki ini. NU tidak akan pernah bisa terpisahkan dari pesantren. NU lahir dari orang-orang pesantren. Kembali ke pesantren adalah langkah baik Ansor Besuki,” ucap beliau sembari menutup pidatonya. 

Para pemuda GP Ansor beserta Ketua MWC NU Besuki, Kiai Abd. Jalal, pengasuh ponpes Bustanul Faizin, Kiai Moch. Makki, bersilaturahim dengan seluruh santri pesantren Bustanul Faizin (ansorbesuki.blogspot.com/Abdul Latif)

Hendra Fatayasin, ketua PAC GP Ansor Besuki, dalam keterangan tertulis yang diterima Aksara menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan Ansor sebagai salah satu badan otonom di NU kepada semua santri. Hal ini merupakan langkah persuasif untuk mendorong santri guna berkhidmat di NU setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. “Kegiatan Ansor sambang pesantren ini pertama kali diadakan oleh PAC GP Ansor Besuki, pertama kali yang ada di Situbondo. Ansor tidak dapat pisah dari pesantren karena sebagian besar kader kami adalah santri pesantren,” tulis Hendra. 


Reporter: Abdul Latif

Penulis: Ahmad Faiz

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

PAC GP Ansor Besuki Kolaborasi dengan Ponpes Nurul Wafa

Rijalul Ansor PAC GP Ansor Besuki menggelar kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) pada Senin malam (18/10/2021) dengan berbeda. Ponpes Nurul Wafa menjadi pesantren pertama yang berkolaborasi dengan MDS Rijalul Ansor PAC GP Ansor Besuki. Kegiatan kolabarasi ini bertempat di halaman Ponpes Nurul Wafa yang dihadiri semua santriwan dan santriwati serta sejumlah sahabat Ansor Besuki (sapaan khas antar anggota Ansor, Red.). 

Rijalul Ansor sendiri merupakan lembaga semi otonom yang mempunyai tugas untuk menghidupkan kembali tradisi-tradisi ke-NU-an, seperti kegiatan selawat, tahlil, istigasah, dan peringatan hari-hari besar Islam yang ada mulai dari tingkatan Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang, dan Pimpinan Ranting di seluruh Indonesia. 

Hendra Fatayasin, Ketua PAC GP Ansor Besuki, memberi sambutan dalam acara Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (ansorbesuki.blogspot.com/Ali Murtadho)

Kegiatan yang dimulai selepas isya ini diawali dengan musikalisasi puisi oleh santriwati untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. Acara berlanjut dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Abdul Fatah, Lc., MSEI. Kegiatan MDS ini bersamaan dengan pembekalan santri untuk liburan di bulan maulid. Sudah jamak di pesantren bila bulan maulid para santri akan pulang ke rumah beberapa hari. Acara puncak yakni pembacaan Ratib al-Haddad dan Maulid al-Barzanji. Maulid al-Barzanji adalah kitab yang ditulis oleh Syekh Ja’far al-Barzanji yang memuat selawat dan riwayat hidup Baginda Nabi saw. secara singkat. 

Moh. Sobri, ketua MDS Rijalul Ansor Besuki, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kolaborasi antara MDS Rijalul Ansor dan Ponpes Nurul Wafa merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan Nahdlatul Ulama serta Banom-nya (Badan Otonom, Red.) sejak dini kepada semua santri. Menurutnya, NU bukan hanya sekadar amaliah, tapi juga jam’iyyah atau organisasi. Hendra Fatayasin, Ketua PAC GP Ansor Besuki, saat diwawancarai menjelaskan bahwa PAC GP Ansor Besuki akan terus mengadakan kegiatan kolaboratif dengan semua pihak, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, dan literasi. “Kami sedang menjajaki kemungkinan sejumlah kegiatan kolaborasi lainnya. Semoga ke depannya, kegiatan kolaborasi tidak berhenti hanya di sini saja,” pungkas sahabat Hendra. 


Reporter: Nito S.

Penulis: Nito S.

Editor: Ahmad Faiz


Bagikan:

Jadwal Sholat

Statistik Halaman

Flag Counter