Berikut adalah Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) Gerakan Pemuda Ansor hasil Kongres XV GP Ansor Tahun 2015 di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta cetakan I, Dzulhijjah 1437 H / September 2016 M yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Jl. Kramat Raya No. 65A Jakarta Pusat 10450.
PO Ansor Terbaru
Berikut adalah PO (Peraturan Organisasi) Gerakan Pemuda Ansor hasil keputusan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020 Nomor: 9/KONBES-XXIII/IX/2020. Peraturan Organisasi ini ditetapkan sebagai pedoman bagi seluruh jajaran Gerakan Pemuda Ansor yang memuat ketentuan dalam Sistem Kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor.
Gandeng PPDiS dan GLN, PAC GP Ansor Besuki Bicara Isu Disabilitas
Ketua PAC GP Ansor Besuki, Hendra Fatayasin, membuka kegiatan diskusi inklusi dengan tajuk Ekualitas dalam Realitas yang merupakan kegiatan kolaborasi antara GP Ansor Besuki dengan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) dan Gerakan Literasi Nahdliyyin (GLN) dengan mengikutsertakan anggota GP Ansor sekecamatan Besuki, IPNU dan IPPNU Besuki, dan para pegiat literasi di kota yang berjuluk The Second City of Situbondo.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah diwacanakan sejak lama. Namun, baru bisa terlaksana sekarang mengingat padatnya kegiatan Ansor beberapa pekan lalu,” katanya di Aula MWC NU Besuki (31/03/2022). Lebih lanjut, pimpinan Ansor Besuki ini berharap kegiatan kolaboratif dengan PPDiS tidak selesai hanya dengan diskusi saja, tapi ada program nyata lainnya yang menyentuh langsung dengan penyandang disabilitas terutama di kecamatan Besuki.
Acara ini menghadirkan pentolan PPDiS, yayasan yang getol mengadvokasi para penyandang disabilitas khususnya di Situbondo, yakni Luluk Ariyantiny, ketua Yayasan PPDiS, Santoso, manajer program PPDiS, dan Marlutfi Yoandinas, pembina Yayasan PPDiS.
Acara tersebut mediskusikan isu-isu seputar disabilitas, kesetaraan, dan realitasnya di kehidupan sosial. Mas Lutfi, sapaan Marlutfi Yoandinas, memaparkan bahwa para penyandang disabilitas kerap diperlakukan berbeda, entah oleh keluarga atau masyarakat di sekelilingnya. “PPDiS telah melakukan sejumlah hal untuk mengadvokasi penyandang disabilitas seperti mendorong pemenuhan aksesibilitas di tempat pelayanan publik dan ikut mendorong lahirnya Perda No. 3 Tahun 2018,” tambahnya.
Selanjutnya, Luluk Ariyantiny pada acara tersebut banyak bercerita mengenai pengalaman pribadinya sebagai penyandang disabilitas fisik sejak lahir dan beragam sokongan yang ia dapat dari orang-orang di sekitarnya. “Disabilitas kerap mendapat stigma di masyarakat. Banyak orang melihat disabilitas dengan pandangan kasihan atau charity-based yang bertolak belakang dengan konsep memanusiakan manusia. Padahal, sudah banyak peyandang disabilitas yang mandiri dalam berbagai hal,” jelas wanita yang lahir tahun 1974 ini.
Reporter: Abdul Latif
Penulis: Abdul Latif
Editor: Ahmad Faiz
PAC GP Ansor Besuki Bersua Kader-Kader Senior
Sabtu (12/03/2022), PAC GP Ansor Besuki menghelat sebuah kegiatan untuk mempertemukan kader-kader yang saat ini sedang berkhidmah dengan para senior yang telah lebih dulu mengabdikan dirinya di GP Ansor di Besuki. Kegiatan yang bertajuk Reuni Akbar dan Peringatan Isra Mikraj tersebut digelar di Gedung Eks-Keresidenan Besuki, sebuah gedung yang bernilai historis bagi warga Besuki.
Kegiatan yang baru pertama kali diadakan tersebut menghadirkan para senior yang berkhidmah di GP Ansor Besuki dari zaman Orba hingga masa reformasi sekarang. Bersama puluhan kader dari sepuluh Pimpinan Ranting GP Ansor di sepuluh desa di Besuki, turut pula hadir Habib Husein bin Syekh Abu Bakar, pembina GP Ansor Kab. Situbondo, dan Edy Wiyono, ketua Satkorcab Banser Situbondo. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan oleh grup hadrah Da’watus Syubban di bawah manajemen Pimpinan Ranting GP Ansor Langkap.
Habib Husein mengapresiasi kegiatan yang dinisiasi oleh PAC GP Ansor Besuki. Beliau mengatakan bahwa PAC GP Ansor Besuki bisa jadi contoh bagi PAC-PAC yang lain. “Jangan setengah-setengah berkhidmah di Ansor!” tegas beliau. “Tidak diundang (di kegiatan Ansor, Red.), tidak hadir. Diundang juga, tidak hadir di kegiatan Ansor. Hadirlah di kegiatan-kegiatan Ansor untuk akidah Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Habib yang notabene pembina GP Ansor di Kab. Situbondo ini.
Abdul Latif, ketua panitia acara tersebut, saat diwawancarai kru Aksara mengatakan bahwa acara ini bertujuan mewadahi pertemuan antarkader yang berkhidmah di GP Ansor Besuki. Selain ingin mendengarkan romantisme dan nostalgia saat masa perjuangan dulu, kader-kader yang saat ini berkhidmah juga ingin memetik pelajaran dari asam garam dalam berjuang. “Jadi, dari perjalanan para senior yang telah lebih dulu berkhidmah di Ansor Besuki, kita ingin Ansor Besuki belajar untuk bisa menjadi episentrum gerakan pemuda NU di Situbondo ini,” tandas pria jebolan UIN KHAS Jember itu.
Kegiatan yang mendapatkan pengamanan internal dari Satkoryon Banser Besuki ini didukung pula oleh pengamanan dari personel-personel Polsek Besuki, sehingga acara berjalan khidmat dan lancar.
Reporter: Gazali A.
Penulis: Gazali A.
Editor: Ahmad Faiz
Peringati Harlah NU, PAC GP Ansor Besuki Gelar Ziarah Muassis NU
Setelah melakukan ziarah makam ke asta K.H.R. As’ad Syamsul Arifin pada awal bulan Februari ini, PAC GP Ansor Besuki kembali mengadakan ziarah makam ke para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama pada Sabtu—Ahad (19—20/02/2022). Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh PAC GP Ansor Besuki dalam memperingati Harlah ke-99 Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1443 hijriah atau bertepatan dengan 17 Februari 2022.
Sebanyak 38 pemuda Ansor Besuki ambil bagian pada kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sepuluh Ranting Ansor yang ada sekecamatan Besuki dan beberapa pengurus Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Besuki. Dengan menggunakan sebuah bus, mereka bertolak ke Bangkalan pada Sabtu malam untuk menziarahi makam Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, ulama besar yang juga menjadi guru bagi Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari dan K.H.R. As’ad Syamsul Arifin.
Setelah dari Bangkalan, ziarah berlanjut ke makam Sunan Ampel di dalam kompleks Masjid Agung Ampel, Surabaya. Sunan Ampel adalah salah seorang wali di antara wali sanga yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa pada sekitar abad XIV. Setelah dari Surabaya, ziarah berlanjut ke kota Jombang untuk menziarahi makam Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari di Ponpes Tebuireng, makam K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Ponpes Tambakberas, dan makam K.H. Bisri Syansuri di Ponpes Denanyar.
“Ziarah memang sengaja diawali dari Bangkalan karena ingin mengenang bahwa NU berdiri setelah Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari mendapat restu dari guru beliau, yakni Syaikhona Muhammad Kholil yang astanya ada di Bangkalan,” jelas Hendra Fatayasin, ketua PAC GP Ansor Besuki dalam keterangan tertulis yang diterima Aksara.
Reporter: Nito S.
Penulis: Nito S.
Editor: Ahmad Faiz
Touring Ziarah PAC GP Ansor Besuki
Ahad pagi (06/02/2022), PAC GP Ansor Besuki melaksanakan ziarah ke makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, yakni K.H.R. As’ad Syamsul Arifin di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo. Kegiatan ziarah kali ini dikemas dengan sedikit berbeda oleh PAC GP Ansor Besuki, yaitu dengan melakukan touring menggunakan sepeda motor dari kecamatan Besuki ke Sukorejo yang notabene berada di kecamatan ujung timur kabupaten Situbondo.
Ponpes Nurul Wafa, menjadi tempat pemberangkatan kegiatan ziarah tersebut. Sebelum berangkat, K.H. Moh Hafidz Sibawayhie Sy, pengasuh kedua Ponpes Nurul Wafa, memimpin doa safar memohon kepada Allah Swt. agar melancarkan perjalanan ziarah para pemuda Ansor ini. Pemberangkatan ziarah itu juga mendapat pengawalan dari personel Polsek Besuki.
Menurut ketua PAC GP Ansor Besuki, terdapat empat puluh sahabat Ansor (sapaan khas antaranggota Ansor, Red.) yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu berasal dari sepuluh Pimpinan Ranting di bawah PAC GP Ansor Besuki.
Di asta kiai kharismatik yang lahir di kota Mekkah ini, segenap pemuda Ansor dengan khidmat membaca Surah Yasin dan Tahlil mendoakan sosok yang membawa tongkat dan tasbih dari gurunya, Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, ke Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari. Ketiga ulama inilah bersama K.H. Wahab Chasbullah, K.H. Bisri Syansuri dan ulama-ulama lain mendirikan Nahdlatul Ulama pada 96 tahun silam, tepatnya 31 Januari 1926.
Selepas ziarah, konvoi motor PAC GP Ansor Besuki berhenti di kediaman sahabat Yogie Kripsian Sah, ketua PC GP Ansor Situbondo. Di rumah asri milik pria kelahiran 1986 ini, PAC GP Ansor Besuki yang digawangi Hendra Fatayasin melakukan silaturrahim. Pada kesempatan tersebut juga sahabat Yogie memberikan cendera mata, yaitu buku yang berjudul Kapita Selekta Gagasan Berdesa yang ditulis oleh sahabat Yogie sendiri pada tahun 2019 silam.
Moh. Sobri, sekretaris PAC GP Ansor Besuki, yang diwawancarai seusai acara mengatakan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang dihelat PAC GP Ansor Besuki dalam rangka memperingati Harlah ke-96 NU. “Peringatan harlah itu sebenarnya bukan selesai di acara seremonial saja. Namun, lebih kepada menanamkan semangat kembali, seakan NU baru lahir kembali pada masa-masa awal dengan semangatnya yang menggebu untuk membentengi NKRI dari paham-paham yang bisa merusak keutuhan NKRI,” pungkasnya.
Reporter: Faqih Sanusi
Penulis: Faqih Sanusi
Editor: Ahmad Faiz







